Menyongsong Masa Depan

Sebagian orang senang apabila diingatkan dengan hal-hal yang berkaitan dengan masa lalunya. Di antara mereka bahkan berandai-andai sekiranya kembali ke masa-masa itu.

Adapun saya, saya kurang suka bila diingatkan kembali dengan kejadian-kejadian di masa lampau. Bukan karena ada yang membuat saya trauma. Entah kenapa, saya tidak suka. Lantas setelah saya pikir-pikir, sepertinya karena beberapa alasan berikut ini.

Pertama, masa sekarang dan masa yang akan datang adalah kehidupan nyata yang mau tidak mau, suka tidak suka, harus dihadapi dan dijalani. Seandainya kembali ke masa lalu adalah hal yang mungkin, tetap saja hal itu tidak akan mengubah apapun.

Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka [al-An’âm/6:28] {disalin dari almanhaj.or.id}

Kedua, Berandai-andai dalam hal yang telah terjadi adalah bukti kurangnya keimanan kepada takdir yang telah Allah tetapkan.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلا تَعْجِزَنَّ , وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلا تَقُلْ : لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَذَا لَكَانَ كَذَا وَ كَذَا , وَلَكِنْ قُلْ : قَدَرُ اللهِ وَ مَا شَاءَ فَعَلَ , فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Bersungguh-sungguhlah dalam hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusan), serta janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah. Jika kamu tertimpa sesuatu (kegagalan), maka janganlah kamu mengatakan, ‘seandainya aku berbuat demikian, pastilah tidak akan begini atau begitu’. Tetapi katakanlah, ‘ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki’. Karena sesungguhnya perkataan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan setan”. (HR. Muslim no. 2664) {disalin dari muslimah.or.id}

Ketiga, setiap orang akan dinilai dari akhir hidupnya, tidak peduli bagaimanapun masa lalunya.

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

“Seseorang tergantung pada amalan di penghujung hidupnya” [H.R Bukhari  dari Sa’id bin Abi Maryam]

—-

Jadi, yang lalu biarlah berlalu. Jadikan ia sekedar pelajaran untuk masa depan yang lebih baik.

Allohu a’lam

Iklan

Silakan berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s