Foto Abstrak (1)

Sekilas tentang fotografi abstrak :

* Tidak menampilkan subyek secara harafiah.
* Utamanya berkomunikasi melalui bentuk, warna, dan garis ketimbang detil gambar.

Fotografi abstrak memiliki tiga hal mendasar: bentuk, warna, dan garis. Penting bagi seorang fotografer abstrak untuk memikirkan tiga hal mendasar ini.

Bentuk

Bentuk merujuk pada bentuk obyek. Bentuk berfungsi sebagai struktur di mana sebuah gambar abstrak dibuat. Pada dasarnya, bentuk menciptakan jantung dari sebuah gambar, sedangkan warna dan garis membuatnya lebih kaya. Oleh sebab itu, sangat penting bagi sebuah gambar abstrak untuk dimulai dari bentuk yang baik. Hal ini dapat dicapai dengan memilih obyek dengan bentuk yang menyenangkan, menarik, atau dinamis.

Tentu saja, pertanyaan selanjutnya ialah, “Apa itu bentuk yang baik?” Namun, hal itu harus dipahami bahwa fotografi abstrak lebih merupakan bentuk seni naluriah. Artinya, orang bereaksi terhadapnya secara emosional ketimbang secara logis. Makanya, perlu untuk memperlakukan bentuk dengan cara yang sama. Perlu untuk menempatkan objek yang menciptakan reaksi emosional. Jadi, ketika anda melihat suatu obyek dan berpikir, “Wah, itu menakjubkan”, anda telah mendapatkan sebuah bentuk kuat.

Warna

Warna menarik perhatian orang yang melihat. Sebagai tambahan, hal tersebut menstimulasi sistem persepsi orang yang melihat. Warna juga berfungsi untuk menahan perhatian orang untuk sesaat. Ketika perhatian orang mulai terpecah, warna membantu membawa kembali perhatian orang.

Menggunakan warna penuh atau warna intens merupakan salah satu pendekatan penggunaan warna. Pendekatan lainnya ialah menggunakan warna yang kontras.

Garis

Garis berfungsi sebagai bumbu penyedap gambar abstrak. Hal itu dikarenakan garis mengontrol pergerakan mata orang yang melihat. Ada beberapa cara penggunaan garis. Yang pertama, garis dapat menambah ketertarikan dengan membantu mengarahkan perhatian ke bagian pusat gambar yang menarik. Hasilnya ialah pusat perhatian yang lebih kuat serta gambar yang lebih baik.

Cara yang kedua di mana garis dapat menambah ketertarikan agak bersifat tidak kentara atau halus. Dalam kasus ini, garis tidak menunjuk pada pusat perhatian. Alih-alih, garis terangkai dalam gambar secara elegan atau dinamis. Meskipun faktanya bahwa garis tidak merujuk pada pusat perhatian, garis tersebut berfungsi untuk mengontrol mata orang yang melihat. Dengan pendekatan ini, perhatian orang akan berputar-putar di sekitar garis. Oleh karena itu, perhatian orang telah terfokus pada gambar.

Ringkasnya, bentuk, warna dan garis memberikan kita awal yang baik untuk menghasilkan foto abstrak yang menarik. Di lain pihak, masih banyak bagian lain lagi yang bisa ditelusuri dalam fotografi abstrak.

sumber artikel : http://forum.kompas.com/klinik-fotografi-kompas/68386-fotografi-abstrak.html

Di bawah ini beberapa contoh foto abstrak hasil jepretan saya :

DSCF2669

[Batu ballast peredam getaran rel kereta api]

DSCF2668

[Rel KA, lokasi Tambun – Bekasi]

DSCF2627

[Jepitan jemuran]

Iklan

Silakan berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s